Cinta bersemi Di Malam Natal
Diposting
oleh andry jayanti agustine
CINTA BERSEMI
Satu hal yang tidak ku mengerti dalam kehidupan ini
yaitu cinta.Aku tak mengerti banyak sekali orang gampang mengatakan cinta dan
sangat gampang pula melupakan nya.Sebenarnya apa itu arti cinta,apa kah
cinta itu hanya sebuah kata yang sekilas dikatakan tanpa suatu pertanggung
jawaban.Banyak teman-teman disekolah ku mengatakan “cinta putih abu-abu”adalah
cinta yang memiliki moment tersendiri dalam setiap diri remaja.Ahhh....aku tak
paham kata-kata itu,sulit ku pahami,Hinnga suatu hari dimalam natal aku paham
arti cinta yang mereka maksud.
“Selamat
pagi lidya...” (sapa sahabat ku ketika aku masuk kedalam ruang kelas)
“Selamat
pagi ratna....Ada yang butuh contekan tugas,hmmm?”
“heheheh....tau
aja kau maksud ku”
“Ya tau lah
apa gunanya tiga tahun bersahabat sejak smp tak tau kebiasaan mu”
“heheh kau
ini bisa saja,tapi kau senang kan punya sahabat sepertiku ?”
“Iya deh
senang,nih tugas nya”
“Trimakasih
Lidya cantik” (senyumnya nyengir)
“Sudah
kerjakan jangan mengombal saja”
“iya deh”
(Yah inilah sahabat ku bersama dia aku menjalani hari-hari ku disekolah,saat
bersama nya tidak ada beban berat yang ku rasa kan walaupun terkadang dia
membuat ku susah dan khawatir.Bel tanda masuk pun di mulai,dan pelajaran pun
dimulai.Dan tibalah bel istirahat.Aku dan ratna pun pergi kekantin,setelah
membeli yang kami inginkan kami balik ke kelas,saat berjalan kami bercanda
tawa,tiba-tiba ratna mendorong kecil tubuh ku dan....)
“Bruukkkk.....”
(Aku menyenggol seorang pemuda dan seperti nya kakak kelas ku)
“Aduh maaf
kak,saya tidak sengaja” (kata ku ketakutan)
“Aduh gimana
nih...yah sudah deh gak apa-apa”(balas nya seranya membersih kan baju nya yang
terkena minuman ku)
“Maaf kan
saya kak,saya tidak sengaja,sekali lagi saya minta maaf,jangan marah ya kak”
“Ya gak pa2
dek”
“bener kak
gak apa-apa ?,k’k gk marah ?”
“Tidak
apa-apa biasa aja dek”
“Trimakasih
kak”
(dia tersenyum padaku,entah kenapa senyuman itu membuat hati ku berdegup
kencang,ada persaan malu,bahagia,dan takut semuanya bercapur aduk)
“oh ya,jika
k’k boleh tau kamu kelas berapa ?”
“saya kelas
XI IPA 2 kak”
“oh..boleh
kita kenalan ?”
“ehh...kenapa
?”
“ya karena
aku ingin mengenal mu,ya setidak nya sebagai bentuk balasan karena aku telah
memaaf kan mu,memang kedengaran aneh namun jika kau tidak bersedia ya tidak
apa-apa”
“ehmm...eh..iya
kak nama saya Lidya,nama k’k ?”
“Rio..”
“Boleh minta
no hp mu ?”
“eh...?”
“lagi-lagi
kau bingung”
“ah iya kak
ini no nya****”
“trimakasih,ok
sudah dulu ya lain kali hati-hati jangan sampai terulang lagi”
“iya kak
trimakasih,permisi..ayo rat”
“permisi
kak”(kata ratna)
“iya...”
(Bel bertanda masuk pun berbunyi dan aku pun sgera mengganti pakaian ku dengan
pakaian olahraga.Kami pun baris di lapangan dan memulai pemanasan setelah
pemanasan banyak dari kami yang hanya duduk di koridor terutama kaum hawa nya)
“eh..lid kok
senyum-senyum sendiri,ciyee...ada yang mulai jatuh cinta niih,ehem-ehem”
“apa an sih
kamu ini,aku hanya bingung aja kenapa tadi waktu kak rio tersenyum hati ku
berdegup kencang dan ada persaan senang juga,aku bingung entah kenapa?”
“itu nama
nya kamu jatuh cinta lidya,,kamu tuh seharusnya sdh pantas memiliki pacar,apa
lagi kamu tuh cantik,pinter,baik lagi,cowok mana coba yang tidak mau dengan mu
?
“ahhh kamu
ini bisa saja rat...”(jawabku tersipu malu)
“yee kamu
nih bandel banget dikasih tau,contoh nya aja nih si andi teman sekelas
kita,sampai sekarang tetap setia tuh nunggu balasan cinta kamu,tapi kamu
aja nolak dia,padahal kalau kalian pacaran cocok banget loh”
“ahh,,,kamu
ini udah deh,inti nya cinta SMA tuh hanya cinta semata,dan tidak perlu di
perdalam,dan paling banyak hanya membuat sakit hati,titik”
“terserah
deh,,,paling ujung-ujung nya kamu nanti dapat arahan dari Tuhan untuk mencintai
seseorang,dan sepertinya itu kak rio,hhahahah”
“kamu ini ya
ihhhh”(jawabku geram)
(Ya begitu lah sahabat ku ratna paling berusaha untuk membuktikan padaku bahwa
cinta SMA itu memng nyata dan tidak semuanya buruk.Bel tanda pelajaran hari ini
usai pun berbunyi,sesampainya dirumah....)
“Mama,aku
pulang....”
“eh
lidya,sudah pulang,sini dulu nak,pasti lelah ya,..”
“ya lumayan
lah ma..”
“oh
ya,kenalin ini tante Lia,temen mama dan papa mu sewaktu Kuliah dulu.”
“Lidya
tante”(salam kenal ku seraya mencium punggung tangan nya).
“iya...kamu
sudah besar ya,padahal dulu masih kecil”
“heheh iya
tante”
“kamu cantik
ya mirip dengan mama mu dulu,dan kata mama kamu juga pintar ya?”
“hheheh
tante bisa aja,biasa aja kok tante”
“oh ya lydia
langsung mandi sana trus ganti pakaian nya,kita mau pergi jalan-jalan
bareng tante lia”
“iya
ma,tunggu sebentar ya,permisi tante,”
“iya..”
(aku pun masuk kedalam kamar dan melakukann semua yg dikatakan mama,setelah
siap,tiba-tiba satu pesan baru yang tidak ku kenal masuk ke hp ku)
“Selamat
siang... J”
“Siang..maaf
ini dengan siapa?”
“ya ampun
baru lagi tadi pagi jumpa sudah lupa”
“oh..kak rio
ya”
“iya lidya..
J”
“oh..ada apa
kak?”
(tiba-tiba mama manggil....)
“lidya ayo
cepat nak..”
“iya ma..”
(aku langsung menuju mobil,dan melanjutnya sms ku dengan kak rio)
“gk ada
apa-apa sih sebenar nya,aku sebenar nya mau curhat sama kamu,sebenarnya percodohan
di zaman sekarang kolot gk sih”
“sebenar nya
lumayan kolot tapi jika orang tua berkata untuk kebaikan anak nya,apa boleh
buat”
“iya juga
sih,oh ya kamu ada waktu gk,aku ajak kamu jalan-jalan”
“tidak bisa
kak,aku lagi pergi sama mama”
“yahh kecewa
lah kakak dek,padahal k’k mau mengulur waktu nih,agar jangan sampai aku jumpa
dengan tunangan aku itu”
“emang
kenapa?k’k tidak suka?apa dia kurang cantik?”
“Bukan
begitu masalahnya,saat ini aku menyukai seseorang namun aku belum bisa
mengutarakan nya karena kami belum terlalu dekat”
(saat membaca pesan itu entah kenapa ada rasa kecewa dan sedih dalam lubuk hati
ku.Apakah ini nama nya Cinta ?)
“oh begitu
kak”
“iya,oh ya
sdh dulu ya dek,trimakasih sdh mendengarkan curhat ku”
“ya sama-sama
kak”
(Obrolan pun selesai,namun masih ada rasa kecewa dalam diriku)
“oh ya
lid,kamu tau gak dulu sebelum kamu lahir,mama dan tante lia sudah buat
perjanjian”
“perjanjian
apa ma?”
“perjanjian
nya jika kelak ada anak kami cowok dan cewek,kami akan menjodohkan kalian”
“hah...dijodohkan?”
“iya
lidya,dan seperti nya kamu pasti kenal dengan anak tante,karena ia satu sekolah
dengan kamu dan merupakan k’k kelas kamu”(sahut tante lia)
“k’k kelas
aku tante”
“iya kamu
lihat aja nanti pasti kamu langsung jatuh cinta dengan anak tante lia”(sahut
mama)
(Mama dan tante lia saling pandang dan tersenyum,seakan mereka senang dengan
perjodohan ini,namun tidak bagi ku,dan satu hal yang kupikirkan kenapa kejadian
ini sama dengan yang dialami kak rio atau jangan2 yang dimaksud itu adalah kak
rio,ah tidak mungkin)
“Dan setelah
pulang dari mall kita akan kerumah tante biar kamu bisa jumpa dengan anak tante
nando”
(setelah tante lia menyebut nama anaknya aku sedikit lega karena yg dimaksud
bukan kak rio.Setelah selesai berbelanja kami pun meluncur menuju rumah tante
lia,aku pun mulai tak tenang dan gelisah)
“ok kita
sampai deh dirumah tante ayo turun”(kata tante memecah kan lamunan ku)
“iya tante”
(kami telah sampai dirumah tante lia dan langsung menuju ke pintu rumah nya,dan
memanggil anak nya)
“Ayo masuk
jangan sungkan2,mari..”
“iya tante”
“nandooo...dooo....turun
nak ...! ini tante siska datang,ayo cepat turun jangan berlama-lama”
“iya
ma,tunggu sebentar”
(ketika mendengar suara itu aku seperti mengenal nya dan aku menjadi tidak
tenang,karena hal itu aku permisi kepada tante lia untuk ke toilet,ketika aku
keluar dari toilet menuju ruang tengah..)
“lidya ini
kenalin anak tante nando”
“hah...kak
rio..” (aku spontan terkejut karena nando yang dimaksud adalah kak rio)
“lidya..!”(ekspresi
kak rio tak kalah terkejut nya)
“ternyata
kalian sudah saling kenal,berarti kalian memang sudah jodoh ya,benar kan mbak
lia ?”
“iya bener
itu,jadi kami tidak terlalu repot memperkenal kan kalian,kalian memang cocok
deh..”
(aku dan kak rio tersipu malu dan saling tidak menyangka,beda hal nya dengan
kedua orang tua kami yang seperti nya sangat senang dengan kejadian ini)
“ya sudah
kalau kalian sudah saling kenal berarti kalian hanya perlu pendalaman,rio ajak
lidya ketaman belankang agar kalian bisa saling ngobrol”
“iya ma,ayo
lidya..”
(sahut kak rio seraya memberikan tangan kanan nya
padaku,namun aku menolak nya karena masih ada perasaan canggung dalam diri
ku,aku melihat espresi wajah nya seperti nya dia kelihatan senang dengan hal
ini )
“iya kak..”
(aku pun mengikuti nya menuju taman belakang dan kami duduk di sebuah ayunan di
taman itu,kami hanya diam membisu,tanpa ada sepatah kata pun keluar dari bibir
kami,hingga akhir nya kak rio membuka pembicaraan)
“hei kenapa
diam saja apa kau baik-baik saja,apa kau sakit”(katanya sambil memegang jidad
ku layak nya bagai orang yg sakit)
“ehmm...tidak
apa-apa kak”
“oh syukur
lah,aku sedikit lega,oh ya apa kau senang dengan perjodohan ini ?”
“ehh..entahlah
aku tak tau”
“kenapa bisa
begitu,apa kau sudah memiliki seorang pacar?”
“ah..belum,aku
tidak begitu berminat tentang hal itu”
“benarkah
?,berarti kau tidak senang dengan perjodohan ini ?”
(aku melihat raut wajahnya yang semula ada senyum kebahagian dan kini raut
wajah nya mengambar kan kekecewaan)
“tidak
juga,kalau k’k sendiri bagaimana bukan kah k’k tidak suka dengan perjodohan ini
?”
“ya sebelum
nya karena mama bilang tunangan aku itu nama nya putri bukan kamu ?”
“sama aja
lagi,putri itu ya aku dan itu nama kepanjangan ku”
“ya itu lah
masalah nya,jika aku tau dari awal aku senang banget,karena bintang harapan
yang paling bersinar yang telah ku tunggu akan menemani bulan purnama
dimalam hari sejak hari ini”
“ehmm...maksud
nya aku tidak mengerti”
“kau tidak
mengerti dengan ucapan ku ?”
“ya aku
tidak mengerti dengan ucapan k’k barusan”
“suatu saat
kau akan mengerti pada waktunya”
“aku semakin
tak paham”
“kau
ini..”(katanya seraya mengacak kecil rambut ku)
“hahha aku
serius”
“ehmm...aku
mengerti,apakah kau belum pernah pacaran”
“belum
pernah dan aku sendiri tidak paham dengan arti cinta itu”
“benarkah,kalau
begitu aku akan membuat mu mengerti tentang cinta dan menjadi bulan purnama
pertama di hati mu”
“ahhh,,,aku
tak mengerti kata kiasan yang bodoh sperti itu..”
“kamu ini ya
kolot banget”
(dia mencubit pipi ku dan aku pun membalas nya,kami saling
balas-balasan,dipenuhi dengan canda-tawa,ada persaaan senang dan damai dihati
ku,apakah ini nama nya cinta yang dikatakan setiap orang?.Keesok kan pagi nya
di sekolah aku menceritakan semua nya pada ratna sahabat ku)
“apaaa...!!
kamu tunangan kak rio ???”
“sttt...pelan-pelan
napa sih bicara nya”
“aduh2
ternyata Tuhan sudah membuat mujizat atas mu”
“apaan
sih..”
“eh kok
apaan,kamu itu sudah diberi jalan untuk mencintai seseorang yaitu kak rio dan
itu merupakan suatu mujizat bagiku,karena sahabat ku yang satu ini telah jatuh
cinta..”
“aduh,,yg
bilang jatuh cinta siapa?”
“tidak ada
tpi dari cerita kamu aku yakin kamu jatuh cinta sama kak rio dan aku yakin kak
rio juga menyukai mu”
“dasar
selalu berpikiran negatif”
“ehhh siapa
yang berpikiran negatif aku itu berpikiran positif dan sesuai kenyataan”
“suka deh”
(tiba-tiba.....)
“Hai
lidya...kok belum masuk”
(seseorang menghampiriku dan duduk di sebelah
ku,dengan senyum tulus dan wajah menawan nya..)
“hai
kak,habis ini olahraga kebetulan guru nya tidak datang”
“oh gitu
nanti siang ada acara tidak”
“gk kak
memang nya ada apa”
“ehmm aku
mau ajak kamu jalan-jalan,boleh..?”
“ehh...gimana
ya boleh deh”
(aku tersipu dengan tawaran itu ada perasaan tersendiri bagi ku)
“ehemehem..maaf
ya kak saya mengganggu”
(sahut ratna tiba-tiba,karena merasa seperti diasingkan)
“hahah..tidak
apa2 dek,justru k’k sudah mengganggu pembicaraan kalian”
“hahaha
tidak apa2 kak”
“oh ya udah
nanti k’k jemput kamu ya li,ok,bye honey”
“ehh..iya
kak”
“so sweet”
(k’k rio pun pergi seraya mengelus rambut ku.Sore hari pun tiba,kak rio
menjemputku dan kami pun pergi kesuatu kunjungan rekreasi,kebetulan hari tu
malam minngu jadi banyak remaja yang memadu kasih dengan kekasih
masing-masing,ada yg saling pegangan tangan,saling merangkul,namun apa yg
kulihat tidak terdapat dalam diri kak rio,kami hanya jalan sama tanpa adanya
satu sentuhan pun diantara kami.)
(Setelah lelah berjalan-jalan kami pun menuju taman untuk melihat matahari
terbenam,kami duduk di sebuah kursi pinggir taman,disekitar taman itu banyak
juga remaja yang berpacaran,saat kami duduk pun kak rio tidak menyentuh ku
sedikit pun)
“Gimana li
kamu senang hari ini jalan-jalan bersama ku?”
“ya aku
senang sore ini jalan-jalan bersama k’k”(balas ku sambil melontarkan sebuah
senyuman padanya)
“Apa kau
merasa nyaman bersama ku”
“ya aku
nyaman,bersama k’k dan ada pearsaan yg berbeda saat bersama k’k”
“apakah itu
?”
“entahlah
aku sendiri juga tidak tau”
“ehmm,,apa
sampai saat ini kau belum ada memiliki perasaan terhadap seseorang ?”
“belum..”
“syukur lah
aku belum kehilangan bintang harapan ku,”
“benarkah..”
“ya
benar..”(dia tersenyum pada ku)
“namun aku
belum mengerti kata2 k’k”
“suatu saat
kau akan mengerti,oh ya kita kan sudah tunangan berarti kamu sudah resmi
menjadi pacar ku kan ?”(tanya nya seraya tersenyum)
“ehh..iya
kak”(aku tersipu malu)
“maaf ya
apabila kamu bosan saat bersama ku,aku tidak sepeti pasangan lain yang
bermesraan dengan kekasih nya,aku sangat menghargaimu sebagai wanita yang belum
sepenuh nya untuk ku”
“tidak
apa-apa kak,aku menyukai prinsip tersebut”
“trimakasih,suatu
hari akan tiba waktu nya kau menjadi bintang harapan ku yang paling terang
dihati bulan purnama”
“hahah..”(aku
masih belum mengerti dengan hal itu)
(Selama tiga tahun aku menjalani hari-hari ku bersama kak rio,ketika dia lulus
dari SMA dan masuk PTN ternama di kota kami,dan aku masih duduk dibangku SMA
kelas XII.Aku sangat senang bersama nya dan ada sedikit rasa sayang dalam
diriku terhadap nya.Akhirnya aku lulus SMA dan aku masuk ke PTN yg sama dengan
nya namun jurusan berbeda.Orangtua kami sangat senang dengan hal ini.Hingga
suatu hari dimalam natal pun tiba..)
“lidya aku
mau bicara susuatu dengan mu”(dia menarik tangan ku dan mengajak ku menuju di depan
pohon natal yang besar dan indah)
“Ada apa
kak?”
“ehmm...aduh
gimana mengatakan nya ya”
“ada
apa sih kak kok bingung gitu ?”
“ehmm baik
lah,ehemehem”( dia membersihkan tenggorokan nya nya lalu tersungkur di depan ku
dengan sebuah mawar putih di tangan nya dan tepat di depan ku)
“lidya aku
mencintai mu,sesungguh nya aku menyukai mu saat kita belum berkenalan dulu,aku
sering memperhatikan mu,dan saat itu pula aku mulai cinta padamu dan aku
mengerti apa itu rasa cinta.Memang sulit kau percayai kata2 ku ini namun ini
lah sesungguh nya.Aku tidak pernah menggenggam tangan mu mau pun mencium kening
mu itu karena aku menghargai mu ssebagai seorang wanita yang kucintai,aku ingin
menunjukan padamu apa itu cinta sebenarnya,cinta tanpa sebuah kemunafikan.Lidya
kau lah bintang terang yang kutunggu selama ini untuk menemani setiap
nafasku.Dimalam natal ini dihari yang kudus ini aku ingin mendengar sebuah
pernyataan dan keputusan dari dalam dirimu sendiri.Apakah selama ini kau
mencintai ku juga ? dan apakah kau mau menjadi pendamping hidup ku ?”
(Saat mendengar perkataan itu aku mengerti inilah cinta.Sebuah cinta yang tulus
yang bisa kulihat dan kurasakan.Aku bahagia mendengar perkataan itu.Dan tak
terasa sebuah butiran bening menetes dari biji mata ku)
“Trimakasih
kak telah mencintai ku dan untuk malam ini tapi....”
“Tapi kenapa
lid”
“tapi aku
tidak bisa menolak mu karena kau juga mencintai mu,aku menyayangi mu.Aku mau
menjadi pendamping hidup mu”
“benarkah ?
kau serius”
(Entah kenapa air mata menetes,terasa sangat bahagia bagiku,begitu pun dengan
kak rio dia menangis bahaggia.)
“trimakasih
lid,aku mencintai mu,aku akan berusaha menjaga mu disetiap waktu ku”
(katanya
seraya memeluk ku,Inilah pelukan pertama yang di berikan nya,aku membalas
pelukan nya dan dia mencium kening ku,aku dan dia menangis bahagia)
Malam itu kami kembali kerumah.Sesampai nya dirumah
kak rio,kedua orangtua kami sedang menunggu kami seolah-olah terjadi
sesuatu.Kak rio menceritakan keputusan ku.Kedua orang tua kami sangat senang
mendengar berita tersebut.mereka memeluk kami.
Dan pada malam Natal itu aku mengerti arti cinta yang sebenarnya.Cinta yang
tulus dan suci.Cinta yang akan ku tanam dalam diriku dan akan kujaga hingga iya
semakin mekar dalam hidup ku.
Trimakasih kak Rio,Trimakasih Tuhan karena telah menunjukan pada ku arti cinta
sebenarnya.
THE END